Rabu, 04 Januari 2012

panjat unau

sapa
Panjat Enau : Jadi Olahraga Tradisional


A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: article/article_detail.php

Line Number: 49


Baca Juga:
Nakhoda dan Mualim KM Kirana Tersangka
Olah TKP Lanjutan Untuk Pastikan Penyebab
Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjutan

Tags:
panjat enau festival budaya banjar kalimantan

Berita HOT:
AAL Dinyatakan Bersalah Tapi Dikembalikan ke Orangtua
Sinema TV Pagi
Tirai Kasih yang Terkoyak
Sinema Dini Hari
Misteri Cinta
Mega Asia
Once Upon a Time in China 3
Mobil Kiat Esmeka
Dirakit Para Siswa SMK di Solo Technopark

indosiar.com, Banjarmasin - Festival Budaya Banjar kembali digelar di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berbagai olahraga tradisional ditampilkan, salah satunya tradisi masyarakat Kandangan Hulu, Sungai Selatan, Kalimantan Selatan yakni menaiki pohon enau. Olahraga yang membutuhkan kemahiran dan keberanian tersebut ternyata sangat menghibur masyarakat.

Festival Budaya Banjar 2009 yang digelar di halaman kantor Gubernur Kalimantan Selatan kali ini terasa cukup meriah dibanding sebelumnya. Pasalnya dalam festival tersebut, selain ditampilkan berbagai lomba unik dan menarik juga ditampilkan tradisi keseharian masyarakat pedalaman yang dikemas menjadi cabang olahraga tradisional yakni menaiki enau.

Olahraga tradisional yang berasal dari Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini dimainkan oleh dua tim, yang satu timnya terdiri dari 3 orang. Para peserta berlari dan langsung menaiki enau yang dibuat dari tiang bambu, sambil membawa penampung air bambu untuk diletakkan diatas enau.

Selanjutnya para peserta kembali memanjat untuk memasukan air kedalam tempat penampungan tadi. Para peserta terlihat sangat lincah dalam memanjat maupun turun dari batang bambu. Setelah air terisi penuh diatas enau, para peserta kembali mengambil air untuk dikumpulkan. Nanang, salah satu peserta panjat enau berharap agar kebiasaan masyarakat pendalaman pencari air enau yang kini telah dibentuk menjadi olahraga tradisional akan terus dilestarikan. (Muhammad Lutfi Darlan/Sup)




Page: 1
26-May-2010 09:58:42 WIB by yusuf
buahnya langka ??
14-Apr-2010 21:56:49 WIB by Kamal Ansyari
Saya dukung pelestarian khazanah cerita rakyat kandangan, kalimantan selatan seperti datuk panglima hamandit, datu ramanggala di ida manggala sungai raya, datu ulin dan asal mula kampung ulin, legenda batu laki dan batu bini di padang batung, legenda gunung batu bangkai loksado, legenda datu ayuh/sindayuhan dan datu intingan/bambang basiwara di loksado, kisah datu ning bulang di hantarukung, datu durabo di kalumpang, datu patinggi di telaga langsat,legenda mandin tangkaramin di malinau, kisah telaga bidadari di hamalau, datu kandangan dan datu kertamina, datu hamawang dan sejarah mesjid quba, tumenggung antaluddin mempertahankan benteng gunung madang, bukhari dan perang amuk hantarukung di simpur, datu naga ningkurungan luk sinaga di lukloa, datu singakarsa di pandai, mesjid ba angkat di wasah, dakwah penyebaran agama islam datu taniran dan datu balimau, kuburan tumpang talu di parincahan, pahlawan wanita aluh idut di tinggiran, panglima dambung di padang batung, gerombolan pemberontak ibnu hajar, sampai cerita tentang perang kemerdekaan Divisi IV ALRI yang dipimpin Brigjen H. Hasan Basyri dan pembacaan teks proklamasinya di Kandangan.Semuanya adalah salah satu aset budaya dan sejarah bagi Kalimantan Selatan.

1 komentar:

Kamal Ansyari mengatakan...

Saya dukung pelestarian khazanah cerita rakyat kandangan, hulu sungai selatan, kalimantan selatan seperti Maharaja sukarama dan raja-raja dari kerajaan negara daha, perebutan tahta pangeran samudera dengan pangeran tumenggung, legenda datuk panglima amandit, datung suhit dan datu makandang, datu ramanggala di ida manggala, datu rampai dan datu parang di baru sungai raya, datu ulin dan asal mula kampung ulin, datu sangka di papagaran, datu putih dan datu karamuji di banyu barau, legenda batu laki dan batu bini di padang batung, legenda gunung batu bangkai loksado, datu suriang pati di gambah dalam, legenda datu ayuh/sindayuhan dan datu intingan/bambang basiwara di loksado, kisah datu ning bulang di hantarukung, datu durabu di kalumpang, datu baritu taun dan datu patinggi di telaga langsat, legenda batu manggu masak/mandin tangkaramin di malinau, kisah telaga bidadari datu awang sukma di hamalau, kisah gunung kasiangan di simpur, kisah datu kandangan dan datu kartamina, datu hamawang dan sejarah mesjid quba, tumenggung antaludin dan tumenggung mat lima mempertahankan benteng gunung madang, panglima bukhari dan perang amuk hantarukung di simpur, datu naga ningkurungan luk sinaga di lukloa, datu singa karsa dan datu ali ahmad di pandai, datu buasan dan datu singa jaya di hampa raya, datu haji muhammad rais di bamban, datu janggar di malutu, datu bagut di hariang, sejarah mesjid ba angkat di wasah, dakwah penyebaran agama islam datu taniran di angkinang, datu balimau di kalumpang, datu daha, datu kubah dingin, habib husin di tengah pasar kandangan, habib ibrahim nagara dan habib abu bakar lumpangi, kubur enam orang pahlawan di ta’al, makam keramat bagandi, kuburan tumpang talu di parincahan, pertempuran garis demarkasi dan kubur Brigjen H.M. Yusi di karang jawa, pahlawan wanita aluh idut di tinggiran, panglima dambung di padang batung, gerombolan ibnu hajar, sampai cerita tentang perang kemerdekaan Divisi IV ALRI yang dipimpin Brigjen H. Hasan Basri dan pembacaan teks proklamasinya di Kandangan. Semuanya adalah salah satu aset budaya dan sejarah bagi Kalimantan Selatan.

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Templates | Affiliate Network Reviews